• Home
  • Berita
10 Cara Atur Keuangan Rumah Tangga dengan Cermat dan Hemat
10 Cara Atur Keuangan Rumah Tangga dengan Cermat dan Hemat





Individu yang menikah seringkali menunjukkan peningkatan kesadaran finansial karena tanggung jawab tambahan dalam kemitraan. Dengan transisi dari hidup mandiri ke komitmen bersama sebagai pasangan, khususnya bagi laki-laki yang berkewajiban menafkahi istri, cakupan tanggung jawabnya diperluas secara signifikan.

 

Laporan dari Institute for Fiscal Studies menguraikan rincian pengeluaran rata-rata rumah tangga  menjadi tiga kategori utama:

 

  • 47% dialokasikan untuk kebutuhan mendesak seperti bahan makanan, utilitas, pembayaran hipotek, pajak, dan sewa.
  • 25% diarahkan pada pengeluaran untuk aktivitas dan layanan yang tidak dianjurkan atau dilarang selama pembatasan pandemi, seperti perjalanan, makan di luar, dan bersantai.
  • 28% dialokasikan untuk pengeluaran lain-lain seperti pakaian, alas kaki, dan perlengkapan rumah tangga.

 

Setiap rumah tangga punya pembagian keuangannya masing-masing. Pembagiannya pun berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan dan besarnya penghasilan. Namun, bagaimanapun pembagiannya, keuangan rumah tangga harus diatur agar tetap terkendali. 

 

Baca juga: Cara Menabung Efektif untuk Mengumpulkan Rp100 Juta dalam Setahun

 

Mengelola Keuangan Rumah Tangga Secara Efektif 

 

Sedikit banyaknya penghasilan, jika tidak dikelola dengan baik, maka akan berakibat pada pemborosan atau masalah keuangan lainnya. Untuk itu, simak beberapa cara mengelola budgeting rumah tangga yang efektif berikut ini: 

 

1. Menetapkan anggaran keuangan

 

Mulailah dengan membuat anggaran atau budgeting bulanan. Pendekatan terstruktur ini memfasilitasi pengelolaan uang yang lebih jelas dan terfokus, mencegah pengawasan dan memastikan pemahaman terhadap pendapatan dan pengeluaran rumah tangga.

 

2. Lacak pengeluaran dan pendapatan

 

Mencatat secara terus menerus seluruh pengeluaran dan pemasukan yang merupakan bagian penting dalam budgeting rumah tangga. Gunakan metode modern dengan memanfaatkan aplikasi pelacakan keuangan, hilangkan ketidaknyamanan sebelumnya yang terkait dengan metode pencatatan tradisional. Aplikasi ini menawarkan berbagai templat dan fitur, meningkatkan kualitas catatan keuangan kamu.

 

3. Kembangkan strategi keuangan

 

Setelah membuat catatan arus kas, susun strategi keuangan jangka panjang. Mirip dengan merencanakan perjalanan, strategi ini berfungsi sebagai kendaraan untuk mewujudkan tujuan. 

 

Tujuan mengumpulkan dan mengelola uang berbeda-beda pada setiap individu. Misalnya, jika tujuan kamu adalah memiliki rumah pada usia 35 tahun, rencanakan dengan cermat langkah-langkah yang diperlukan untuk mewujudkan aspirasi ini jauh sebelumnya.

 

4. Menerapkan metode alokasi gaji 50/30/20

 

Formula yang dikenal luas ini berfungsi sebagai panduan praktis dalam pengelolaan keuangan, membantu alokasi pendapatan untuk berbagai tujuan sekaligus meminimalkan pengeluaran yang tidak perlu. Kuncinya terletak pada prioritas belanja yang telah ditentukan.

 

Dimulai dengan 50% dari penghasilan, alokasikan porsi ini untuk kebutuhan penting seperti bahan makanan, utilitas, transportasi, dan kebutuhan lain yang penting untuk pemeliharaan bulanan. Selanjutnya, alokasikan 30 persennya untuk memenuhi keinginan pribadi dan aktivitas rekreasi, yang mencakup pengeluaran seperti langganan hiburan, acara sosial, fesyen, dan produk perawatan kulit.

 

Terakhir, sisakan 20 persen sisanya untuk tabungan, dana darurat, atau investasi, dengan memastikan pemanfaatan yang bijaksana dan menjaga terhadap pengeluaran yang tidak terduga. Metode ini memastikan keuangan digunakan secara efektif, menumbuhkan kebiasaan akumulasi tabungan. 

 

5. Memahami pentingnya skala prioritas

 

Cara lain yang efektif untuk mengelola budgeting bulanan dan  mencegah pemborosan dalam mengelola keuangan rumah tangga adalah dengan memahami skala prioritas. Terbatasnya pendapatan tentu saja menimbulkan kendala pada keinginan membeli. Oleh karena itu, memahami skala ini menjadi penting.

 

Coba bedakan mana kebutuhan yang benar-benar penting. Dimana keberadaannya tidak dapat ditunda, dengan kebutuhan yang kurang penting dan dapat ditunda. Misalnya, mengalokasikan dana untuk memenuhi pembayaran hipotek lebih diutamakan daripada menikmati makan di restoran trendi. Kebijaksanaan ini memastikan bahwa sumber daya diarahkan pada pengeluaran penting, menjaga stabilitas dan tanggung jawab keuangan.

 

Baca juga: Cara Menabung Efektif Tanpa Mengorbankan Self Reward

 

6. Batasi cicilan atau utang 

 

Mengambil banyak cicilan dapat menyebabkan tekanan finansial. Penghasilan bulanan akan berkurang karena kamu harus mengalokasikan sebagiannya untuk pembayaran cicilan. Sangat penting untuk bersikap realistis terhadap kendala keuangan. 

 

Dengan dana yang terbatas, prioritaskan kebutuhan yang penting dan alokasikan sebagian untuk ditabung. Jangan mengambil cicilan untuk hal yang sifatnya untuk hura-hura

 

7. Pangkas biaya makan siang di kantor

 

Memilih memasak di rumah terbukti lebih hemat biaya. Cobalah untuk bawa bekal ke kantor. Kurangi makan siang di luar. Hanya dengan uang Rp50 ribu, kamu sudah bisa membeli bahan makanan untuk menyiapkan makanan sederhana untuk tiga orang dalam sehari. Sebaliknya, makan di luar dengan jumlah yang sama hanya menutupi biaya makan satu orang.

 

8. Kendalikan biaya listrik, AC, dan belanja bulanan

 

Berhati-hatilah dalam memanfaatkan listrik dan AC. Gunakan dengan bijaksana, matikan lampu untuk hal yang tidak perlu. Selain itu, pilihlah merek yang terjangkau saat membeli kebutuhan sehari-hari. Meskipun tampaknya tidak signifikan, langkah-langkah ini hanya berkontribusi pada penghematan yang tidak terlalu besar, sejalan dengan strategi untuk meningkatkan pengelolaan keuangan bulanan rumah tangga.

 

9. Transparansi keuangan antar suami dan istri

 

Dalam pernikahan, keterbukaan penuh sangatlah penting, apa pun permasalahan yang dihadapi, terutama yang berkaitan dengan keuangan. 

 

Membahas hal-hal seperti gaji, investasi, tabungan, utang, dan cicilan berkelanjutan harus dilakukan dengan jujur ​​dan terbuka. Hindari jebakan dalam menemukan utang yang signifikan atau masalah penagihan utang yang akan terjadi secara rahasia.

 

Mulailah percakapan santai dengan pasangan kamu untuk secara bertahap menyelidiki situasi keuangan kamu masing-masing, membina lingkungan yang bebas dari ketidaknyamanan atau penghargaan. Tunjukkan rasa hormat dan hindari penilaian dini saat berbagi narasi keuangan pribadi.

 

10. Buat perencanaan keuangan jangka panjang

 

Komponen penting dari perencanaan keuangan jangka panjang mencakup penyediaan dana pensiun, cadangan darurat, perlindungan asuransi, dan dana yang diperuntukkan untuk akuisisi atau konstruksi properti. Meskipun tidak semua elemen ini diperlukan secara langsung, sangat disarankan untuk memenuhi setidaknya satu dari elemen tersebut untuk memastikan keamanan finansial di masa depan.


 

Menyusun budgeting rumah tangga membutuhkan kerja sama dengan pasangan. Jaga keuangan rumah tangga bersama untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti terlilit utang hingga bangkrut. 

 

Atur budgeting rumah tangga bersama aplikasi neobank. Buka Tabungan Neo untuk transaksi sehari-hari, atau Tabungan NOW untuk persiapan keuangan jangka pendek. Sementara untuk tujuan jangka panjang, buka Deposito WOW. Ada juga deposito yang fleksibel yaitu Deposito Flexi. Dapatkan keuntungan maksimal dengan menabung di aplikasi neobank. 

 

Download aplikasi neobank di PlayStore dan App Store. Buka Tabungan Neo, Tabungan NOWDeposito WOW, atau Deposito Flexi sekarang! 

 

***

Info lengkap serta syarat & ketentuan mengenai tabungan di neobank, kunjungi bit.ly/neotabungandeposito

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin & diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)

 

 

 

 

Tunggu apa lagi?

Yuk, cobain pakai neobank sekarang!