
Fraud bukan sekadar pelanggaran prosedur, melainkan ancaman serius terhadap nilai, reputasi, dan keberlanjutan organisasi. Dalam industri jasa keuangan, di mana kepercayaan adalah fondasi utama, membangun sistem pencegahan fraud yang kuat bukanlah pilihan, melainkan keharusan.
POJK 12 Tahun 2024 menempatkan pencegahan sebagai pilar pertama strategi anti fraud, mendahului deteksi, investigasi, dan evaluasi. Alasannya jelas, mencegah umumnya lebih efisien dibandingkan menangani dampak setelah terjadi.
Pencegahan: Lebih dari Sekadar Dokumen
Pencegahan fraud tidak cukup tertulis dalam kebijakan, namun harus menjadi DNA organisasi. Ada tiga elemen kunci:
1. Kebijakan internal yang tegas, mencakup kode etik, segregation of duties, dan prosedur dual control.
2. SDM berintegritas, melalui rekrutmen ketat, pelatihan berkelanjutan, rotasi jabatan, dan cuti wajib.
3. Penguatan sistem pengendalian internal, seperti kontrol akses data, SOP terintegrasi, dan pengawasan berbasis risiko.
Budaya Integritas Sebagai Pondasi
Sistem sehebat apapun akan runtuh jika budayanya permisif. Budaya integritas dimulai dari keteladanan nyata dari pimpinan. Pegawai akan menghormati aturan saat melihat pimpinan konsisten menerapkannya.
Lingkungan kerja yang terbuka dan menghargai kejujuran mempersempit peluang fraud berkembang.
Pencegahan Sebagai Investasi
Pencegahan efektif dimulai sejak onboarding karyawan. Edukasi anti fraud harus praktis, relevan, dan didukung sistem pelaporan yang mumpuni.
Pencegahan bukan beban biaya, melainkan investasi jangka panjang untuk menjaga aset terpenting yaitu kepercayaan. Biaya membangun pencegahan jauh lebih rendah daripada kerugian finansial, sanksi regulator, atau reputasi yang hancur akibat fraud.
Pelajaran dari Red Flags yang Diabaikan
Banyak kasus fraud diawali tanda-tanda (red flags) yang jelas namun terabaikan, seperti:
- Pegawai yang tidak pernah mengambil cuti bertahun-tahun
- Gaya hidup mewah yang tidak sesuai penghasilan
- Proses bisnis yang melompati prosedur normal
Dalam satu kasus, rotasi jabatan mengungkap manipulasi data selama bertahun-tahun. Kerugian yang sebenarnya bisa dicegah jika sinyal awal ditindak.
Baca juga: Kenali Modus Penipuan Salah Transfer Agar Kamu Tetap Waspada
Indikator Keberhasilan Pencegahan
- Penurunan signifikan kasus fraud.
- Kepatuhan SOP meningkat.
- Pegawai aktif melaporkan potensi pelanggaran.
- Budaya integritas terukur melalui survei internal.
Pencegahan adalah pagar pertama yang menjaga organisasi dari ancaman fraud. Pagar ini hanya kuat jika dibangun dengan kebijakan jelas, sistem kokoh, dan budaya berintegritas.
Di era transparansi dan keterhubungan tinggi, pencegahan bukan hanya urusan kepatuhan, tetapi strategi bisnis yang menentukan keberlanjutan. Organisasi yang mampu menjaga kepercayaan adalah yang akan bertahan dan berkembang.
Di tengah meningkatnya risiko fraud di sektor keuangan, kewaspadaan tidak hanya menjadi tanggung jawab institusi, tetapi juga pengguna. Memastikan bahwa setiap interaksi dilakukan melalui kanal resmi adalah langkah sederhana namun krusial untuk menjaga keamanan data dan transaksi.
Jika kamu pengguna neobank, berikut adalah daftar kanal resmi Bank Neo Commerce yang dapat digunakan untuk mendapatkan informasi maupun bantuan yang terverifikasi.
· Telepon Pusat Bantuan Bank Neo Commerce: 1500 190
· Email : customercare@bankneo.co.id
· Facebook : https://www.facebook.com/bankneocommerce
· Instagram : https://www.instagram.com/bankneocommerce/
· Twitter : https://twitter.com/bankneocommerce
· YouTube : https://www.youtube.com/channel/UCg299vJCx1tqEv4vMoMIv3g
· LinkedIn : https://www.linkedin.com/company/pt-bank-neo-commerce-tbk
· TikTok : https://www.tiktok.com/@bankneocommerce
Kunjungi website resmi Bank Neo Commerce untuk info lengkap mengenai neobank dan Bank Neo Commerce.
***
PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) & Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).


