• Home
  • Berita
Panduan Mengenali Email Phishing untuk Keamanan Digital
Panduan Mengenali Email Phishing untuk Keamanan Digital





Makin canggihnya perkembangan teknologi memunculkan modus penipuan terbaru berupa email phishing. Tak bisa dimungkiri bahwa surat elektronik atau email menjadi sarana komunikasi modern yang digunakan untuk menyampaikan pesan dan dokumen. Biasanya, email digunakan untuk keperluan yang bersifat resmi, formal, hingga nonformal seperti media promosi dan keperluan lainnya.

Sebagai generasi yang melek teknologi, Neotizen tentu tidak bisa lepas dari keberadaan email. Walaupun kini tersedia berbagai aplikasi chatting yang lebih praktis dan real time, penggunaan email masih belum tergantikan.

Namun, di balik kemudahannya dalam berkirim pesan dan dokumen, email juga memberi celah bagi fraudster untuk melancarkan aksinya. Berbagai modus dengan beragam rekayasa dilakukan demi keuntungan fraudster. Karena itu, Neotizen perlu memahami seperti apa email phishing agar tidak terjebak dalam aksi penipuan. Yuk, kita bahas lebih lanjut.

Apa Itu Email Phishing?

Email phishing adalah tindakan mengelabui seseorang atau organisasi melalui email untuk memperoleh informasi penting, rahasia, dan sensitif. Aksi ini termasuk kejahatan siber (cybercrime) yang dilakukan oleh fraudster dengan menyamar sebagai pihak tertentu atau institusi resmi.

Istilah phishing berasal dari kata fishing yang berarti memancing. Dalam konteks ini, phishing merujuk pada upaya fraudster memancing korban agar mengikuti permintaan mereka. Umumnya, fraudster menggunakan teknik social engineering untuk mendorong korban memberikan data pribadi secara sukarela.

Dalam menjalankan aksinya, fraudster sering berpura-pura menjadi institusi resmi dengan mengirim email palsu dan membuat website yang menyerupai situs asli. Website phishing relatif lebih mudah dikenali karena tautannya berbeda dari website resmi.

Namun, email phishing lebih sulit diidentifikasi karena fraudster menggunakan teknik spoofing, yaitu membuat nama akun dan alamat email yang tampak mirip dengan alamat asli. Fraudster juga kerap menggunakan lebih dari satu domain untuk memuluskan aksinya.

Ciri-Ciri Email Phishing

Sebelum terjebak, Neotizen bisa menghindari email phishing dengan mengenali ciri-ciri berikut:

1. Tata bahasa yang tidak konsisten
Email phishing sering memiliki tata bahasa dan gaya penulisan yang kurang rapi. Meski demikian, seiring waktu fraudster semakin canggih. Mereka dapat menyalin kalimat dari email resmi dan memodifikasinya, bahkan menggunakan bahasa yang terkesan santun. Karena itu, ciri ini tidak bisa dijadikan satu-satunya patokan.

2. Tautan yang mencurigakan
Email phishing hampir selalu menyertakan tautan mencurigakan yang mengarah ke landing page atau website palsu. Neotizen perlu mengenali tautan palsu agar tidak terjebak mengkliknya.

3. Domain email yang tidak profesional
Bank Neo Commerce menggunakan domain resmi sebagai identitas, misalnya alamat layanan pelanggan customercare@bankneo.co.id.
Institusi resmi selalu menggunakan domain profesional, sedangkan fraudster umumnya memanfaatkan domain gratis yang tidak mencerminkan identitas resmi.

4. Website palsu yang menyerupai aslinya
Email dan website biasanya berjalan beriringan dalam aksi phishing. Website palsu dibuat menyerupai situs resmi, mulai dari logo hingga warna visualnya. Karena itu, Neotizen perlu melakukan cross-check terhadap website, tautan, dan identitas pengirim email.

Jenis-Jenis Email Phishing

Fraudster menggunakan berbagai jenis email phishing, antara lain:

1. Spear Phishing
Spear phishing menargetkan individu tertentu. Fraudster mengumpulkan informasi korban melalui media sosial atau teknik man-in-the-middle, lalu mengirim email palsu dengan menyamar sebagai rekan kerja, klien, atau kerabat.

2. Clone Phishing
Clone phishing dilakukan dengan menduplikasi email asli yang pernah dikirim, lalu mengganti tautan atau lampiran dengan malware. Email dikirim ulang dengan alasan gangguan jaringan, sehingga korban sulit mengenali bahwa email tersebut palsu.

3. Whaling
Whaling menargetkan individu penting dalam institusi. Email biasanya berisi isu hukum atau reputasi organisasi dan menggunakan teknik spoofing agar korban segera menindaklanjuti permintaan yang diberikan.

Tips Menghindari Email Phishing

Agar terhindar dari penipuan, Neotizen dapat melakukan langkah berikut:

  1. Periksa keaslian pengirim email
  2. Jangan membagikan data pribadi
  3. Jaga kerahasiaan alamat email
  4. Gunakan antivirus terbaru
  5. Hindari mengklik tautan mencurigakan
  6. Gunakan layanan email terpercaya dengan fitur anti-spam

Jika Neotizen menerima email yang mengatasnamakan Bank Neo Commerce, jangan membuka tautan maupun dokumen yang dilampirkan.

Informasi resmi hanya berasal dari kanal resmi bank.
Segera hubungi Bank Neo Commerce melalui:

Email: customercare@bankneo.co.id

Telepon: 1500 190

Facebook: https://www.facebook.com/bankneocommerce

Instagram: https://www.instagram.com/bankneocommerce/

Twitter: https://twitter.com/bankneocommerce

Youtube: https://www.youtube.com/channel/UCg299vJCx1tqEv4vMoMIv3g

Linkedin: https://www.linkedin.com/company/pt-bank-neo-commerce-tbk

TikTok: https://www.tiktok.com/@bankneocommerce

Kunjungi website resmi Bank Neo Commerce untuk info lengkap mengenai neobank dan Bank Neo Commerce.

***

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin & diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

 

 

 

 

 

Tunggu apa lagi?

Yuk, cobain pakai neobank sekarang!