• Home
  • Berita
Waspada, Tren Social Engineering Menyalahgunakan AI
Waspada, Tren Social Engineering Menyalahgunakan AI





Teknologi kecerdasan buatan atau AI (Artificial Intelligence) telah mengalami kemajuan luar biasa dalam beberapa tahun terakhir. Keberadaan AI memiliki potensi untuk mengubah fundamental berbagai industri, salah satunya industri perbankan.

Selain menjadi inovasi yang bersifat disruptif, penerapan teknologi berbasis AI juga dapat membawa ancaman yang berbahaya. Terdapat kekhawatiran terkait etika, privasi, serta dampak teknologi AI yang dapat dengan mudah disalahgunakan oleh fraudster untuk menjalankan aksinya.

Modus Social Engineering

Di media sosial sempat beredar video seseorang yang berpidato menggunakan bahasa Mandarin dan menimbulkan kontroversi. Padahal, video tersebut merupakan hasil teknik manipulasi atau pembuatan konten visual berupa foto dan video dengan bantuan AI. Biasanya, hasilnya terlihat sangat realistis dan sulit dibedakan dari konten asli, sehingga berpotensi menimbulkan kesalahan persepsi bagi masyarakat yang melihatnya.

Agar Neotizen lebih berhati-hati, berikut beberapa contoh modus social engineering yang memanfaatkan AI:

1. Modus Tsunami Social Engineering
Dalam modus ini, fraudster dapat membuat email phishing dengan kualitas yang semakin meyakinkan melalui penggunaan GAN (Generative Adversarial Networks), deepfake yang realistis, serta berbagai bentuk serangan social engineering lainnya.

2. Modus Software Open Source
Dengan bantuan AI, fraudster dapat membuat malware yang mampu mengubah algoritma kode secara real time, yang kemudian disisipkan ke dalam file berekstensi .apk. Akibatnya, malware menjadi lebih sulit terdeteksi oleh sistem keamanan pada smartphone.

3. Modus Deepfake Video
Teknologi AI tidak hanya digunakan untuk manipulasi audio, tetapi juga visual yang semakin realistis. Fraudster dapat menggunakan deepfake untuk menyamar sebagai orang terdekat, kolega, atau rekan bisnis melalui video secara real time.


Pastikan untuk selalu:

  1. Menjaga kerahasiaan data pribadi seperti KTP, CVV, masa berlaku kartu debit, OTP, PIN, dan password

  2. Tidak pernah memberitahukan data pribadi kepada pihak mana pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai petugas bank

  3. Tidak mudah tergiur penawaran iklan yang terlalu menarik dan selalu memastikan kebenarannya

  4. Memastikan notifikasi aplikasi neobank aktif agar dapat memantau transaksi

  5. Menjaga kartu debit neobank saat bepergian dan tidak memberikannya kepada orang asing di luar pengawasan

  6. Menggunakan hanya situs website resmi dan aplikasi resmi untuk transaksi online

  7. Melakukan pengecekan mutasi rekening (bank statement) setiap bulan

  8. Menghindari mengunduh atau mengklik file maupun tautan mencurigakan yang dikirim melalui email, WhatsApp, atau SMS dari sumber asing

  9. Jika terdapat aktivitas atau transaksi mencurigakan, segera hubungi kanal resmi Bank Neo Commerce berikut:

Segera hubungi Pusat Bantuan Bank Neo Commerce jika menemukan transaksi mencurigakan di rekening pribadi, mendapatkan email yang berhubungan dengan rekening pribadi, atau pesan singkat mencurigakan.

Kunjungi website resmi Bank Neo Commerce untuk info lengkap mengenai neobank dan Bank Neo Commerce.

***

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) & Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

 

 

 

 

 

Tunggu apa lagi?

Yuk, cobain pakai neobank sekarang!