• Home
  • News
6 Cara Gampang Punya Reksa Dana untuk Pemula
6 Cara Gampang Punya Reksa Dana untuk Pemula





 by Wahyu Septiyani

Akhir-akhir ini, publik ramai membicarakan perihal investasi. Dari return yang bernilai wah, sampai cerita bokek karena salah langkah. Semua hal tersebut menjadikan investasi sebagai aktivitas yang terkesan menantang. Sebagai newbie, kamu mungkin pernah dengar bahwa reksa dana merupakan investasi yang disarankan untuk pemula. Seperti apa sih reksa dana untuk pemula itu?

Biar tak salah langkah, ada baiknya kamu mengenal langkah-langkah yang harus diambil jika berencana investasi reksa dana. Yuk, simak ulasannya!

Berkenalan dengan si Reksa Dana

Investasi reksa dana diartikan sebagai investasi yang dilakukan di suatu manajer investasi. Ada beberapa produk yang bisa kamu pilih sebagai instrumen investasi, misalnya reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran, dan reksa dana saham.

Hal yang menonjol dari investasi reksa dana adalah sistem pengelolaan dananya. Sebagai contoh, jika kamu berinvestasi saham tanpa melalui manajer investasi, maka kamu perlu mengelola sendiri dana yang kamu investasikan.

Di sisi lain, kalau kamu berinvestasi melalui manajer investasi, maka dana yang kamu investasikan akan dikelola oleh manajer investasi tersebut. Dengan begitu, return yang kamu dapatkan pun akan dikurangi dengan biaya pembelian, penjualan, dan pengalihan dari manajer investasi.

Cara Investasi Reksa Dana untuk Pemula

Untuk mulai berinvestasi, kamu perlu melakukan langkah-langkah investasi reksa dana sebagai berikut:

1. Cari tahu dulu tujuan investasimu

Sebelum mulai investasi di reksa dana, kamu perlu mengetahui tujuan investasi (jangka panjang atau jangka pendek). Mengetahui tujuan investasi dapat membantu agen penjual reksa dana untuk mengarahkan kamu kepada instrumen investasi yang tepat.

2. Mengetahui profil risiko

Tak hanya tujuan investasi, kamu juga perlu mengetahui kesiapan dalam menghadapi risiko. Dalam berinvestasi, terdapat tiga tipe profil risiko investor:

a. Tipe investor konservatif, yaitu tipe investor yang cenderung memilih instrumen investasi yang aman, instrumen investasi yang memberikan return yang tidak besar, tetapi memiliki pergerakan yang stabil.

b. Tipe investor moderat, yaitu tipe investor dengan profil risiko investasi dan fluktuasi yang rendah-sedang untuk memperoleh imbal hasil yang lebih tinggi dalam jangka waktu menengah.

c. Tipe investor growth, yaitu tipe investor dengan profil risiko investasi dan fluktuasi yang sedang tinggi untuk memperoleh imbal hasil yang lebih tinggi dalam jangka waktu menengah sampai panjang.

d. Tipe investor agresif, yaitu tipe investor yang risk taker, siap rugi, dan cenderung tidak takut terhadap adanya fluktuasi harga. Karena kesiapannya dalam menanggung risiko melebihi tipe investor lain, investor tipe ini dapat dikatakan siap untuk berinvestasi di berbagai instrumen, misalnya saham, forex, atau komoditas.

3. Tentukan alokasi dana untuk berinvestasi

Sebelum berinvestasi, kamu harus mengalokasikan sejumlah dana dari pendapatan rutin. Jumlah yang bisa dialokasikan tentu saja tergantung pada kemampuan kamu. Tentu akan lebih baik jika dana yang kamu masukkan untuk investasi itu sudah ‘bersih’ dari keperluan rutin seperti makan, cicilan, dan biaya lain yang krusial.

Meski demikian, menurut para ahli, alokasi ideal untuk investasi adalah 10% dari total pendapatan. Misalnya, jika pendapatan per bulan kamu adalah Rp10.000.000 maka nominal investasi yang disarankan adalah Rp1.000.000.

 

4. Lakukan riset untuk memilih Agen Penjual Reksa Dana yang tepat untuk investasi

Langkah investasi reksa dana untuk pemula selanjutnya adalah memilih agen penjual reksa dana itu sendiri. Akhir-akhir ini, banyak digital application dari perbankan atau non-perbankan yang mempermudah pemula dalam melakukan investasi.

Untuk itu, kamu wajib melakukan riset untuk membedakan agen penjual reksa dana yang satu dengan yang lainnya. Pastikan untuk memilih lembaga tersebut yang kredibel dan sudah terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Selain itu, pelajari fund fact sheet reksa dana dan track record manajer investasi sebelum memutuskan untuk berinvestasi di reksa dana pilihan tersebut.

5. Pilih instrumen investasi yang sesuai dengan faktor risiko dan rencana durasi investasi

Selanjutnya, kamu bisa memilih tipe instrumen yang sesuai dengan rencana investasi dan profil risiko yang siap kamu ambil sebagai seorang investor. Agar dapat menentukan instrumen investasi yang tepat, kamu perlu mengenal tingkat risiko, tingkat return, dan mekanisme kerja masing-masing instrumen investasi.

Karena kamu sudah menjadi nasabah dari agen penjual reksa dana, biasanya pihak agen penjual reksa dana pun akan memberi saran yang bisa kamu pertimbangkan dalam menentukan instrumen yang cocok untuk kamu.

Berikut ini pilihan instrumen Reksa Dana berdasarkan jenis yang dipasarkan:

a. Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana yang hanya melakukan investasi pada Efek Pasar Uang dalam negeri, dan/atau Efek Bersifat utang yang diterbitkan dengan jangka waktu tidak lebih dari 1 tahun dan sisa jatuh temponya tidak lebih dari 1 tahun.

b. Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana yang melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% dari Nilai Aktiva Bersih (NAB) dalam bentuk Efek bersifat Utang. Cocok untuk Investor yang ingin berinvestasi untuk jangka menengah (2-3 tahun), reksa dana jenis ini memberikan tambahan pendapatan (income) berupa Dividen yang dibagikan secara bulanan, tiga bulanan hingga tahunan tergantung dari produk reksa dana tersebut.

c. Reksa Dana Campuran, Reksa Dana yang melakukan investasi pada Efek bersifat Ekuitas, Efek bersifat Utang, dan/atau Instrumen Pasar Uang dalam negeri yang masing-masing tidak melebihi 79% dari Nilai Aktiva Bersih, dimana dalam portfolio Reksa Dana tersebut wajib terdapat Efek bersifat Ekuitas/Saham dan Efek bersifat Utang/Obligasi.

d. Reksa Dana Saham, Reksa Dana yang melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% dari Nilai Aktiva Bersih nya dalam Efek bersifat Ekuitas/Saham. Cocok bagi investor yang mengharapkan pendapatan yang memadai dengan memanfaatkan peluang pertumbuhan investasi dalam jangka panjang.

7. Mulai berinvestasi

Langkah reksa dana untuk pemula selanjutnya adalah mulai berinvestasi. Setelah mendaftar atau membuka rekening pada agen penjual reksa dana tersebut, melakukan uji profil risiko, dan memilih instrumen reksa dana yang sesuai profil resiko, inilah saatnya untuk mulai mengimplementasikan ilmu investasi yang sudah Anda pelajari sebelumnya.

Nah, itulah enam langkah yang bisa Anda lakukan untuk berinvestasi dalam produk reksa dana untuk pemula. Cukup mudah, bukan? Yuk, mulai investasi Reksa Dana di aplikasi neobank.

Nah, kalau kamu sudah punya modal investasi, kelola uang kamu di Bank Neo Commerce yang memberikan segudang keuntungan. Lewat aplikasi neobank, kamu bisa menikmati produk dan fitur keuangan yang memudahkan, fun, tapi juga cuan. Yuk, download aplikasi neobank di PlayStore dan App Store sekarang juga!

***

PT Bank NeoPT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi oleh OJK, serta merupakan bank peserta penjaminan LPS

 

 

 

 

What are you waiting for?

Let's try neobank now!